Senin, 30 November 2015 0 komentar

Adolescent Sexual Reproductive Health (ASRH)

Setelah membaca beberapa pengantar dari artikel ini saya menjadi tergugah untuk menulis artikel tentang kesehatan reproduksi remaja (adolescent). Masyarakat terutama para orangtua perlu memahami bahwa topik tentang kesehatan dan reproduksi remaja ini sangat penting dan mendesak, mengingat semakin longarnya remaja sekarang ini dalam berbagai aspek.

ADOLESCENT : 10-19 tahun (menurut ANFPA, WHO, UNICEF)

Very Young Adolescent (10-14 tahun) 
  • Mulai membentuk identitas diri serta banyak mendapat pengaruh dari internal dan eksternal.
  • Terjadi perkembangan fisik (proses maturation) dan sadar tentang seksualitasnya
  • Menyukai eksperimen dengan hal-hal baru (termasuk diantaranya sex, narkoba, dsb)
  • Strategi pengembangan program ASRH dikembangkan dengan mengontrol tingkat kedewasaan (maturity), pengalaman dan perkembangan. 
Middle Adolescent (15-16 tahun) 
  • Mengembangakan idealism dan memilih role model
  • Teman sangat penting karena adolescent pada usia ini sangat terpengaruh oleh mereka
  • Orientasi seksual berkembang 
Older Adolescent (17-19 tahun)
  • Mungkin remaja pada usia ini berperilaku seperti orang dewasa, tetapi sebenarnya belu mencapai kedewasaan kognitif, behavior dan emosional
  • Dapat memutuskan pilihan secara mandiri
  • Masih membutuhkan role model, keluarga dan masyarakat untuk membantu mereka menyelesaikan proses transisi menuju kedewasaan
Kenapa ASRH penting?
  1. 32 % dari populasi dunia adalah remaja, dan mereka merupakan wajah masa depan
  2. Angka dari puberty sooner, premarital sex (sex sebelem menikah), dan ketidakcukupan pemenuhan kontrasepsi meningkat dalam statistik dunia
  3. 1/3 wanita di dunia hamil dibawah umur 20 tahun, dan secara statistik terdapat 50 juta kasus tiap tahunnya
  4. Kehamilan pada remaja meningkatkan resiko terjangkit penyakit (morbidity) dan kematian (mortality) yang disebabkan oleh komplikasi saat hamil maupun saat melahirkan. Obstructed labor, preterm labor dan aborsi spontan juga termasuk dalam komplikasi. 5 juta dari remaja didunia melakukan aborsi yang tidak aman tiap tahunnya, dan 70.000 aborsi berakhir dengan kematian.
  5. Setengah dari infeksi baru HIV terjadi pada kelompok usia 15-24 tahun
  6. 1/3 kasus STIs (penyakit seksual yang dapat disembuhkan) terjadi pada orang degan usia kurang dari 25 tahun.
Okay, guys tulisan saya tentang ASRH delay sampai disini dulu, dan PDF tentang artikel ini akan saya upload lain waktu. Intinya, jika anda tidak ingin orang terdekat anda (terutama yang masih usia remaja) menjadi korban karena pendidikan kesehatan yang kurang tentang reproduksi maka giatlah menyadarkan orang-orang disekeliling anda tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja. fin
Rabu, 18 November 2015 0 komentar

Resiko dan Manfaat Hormone Therapy pada Menopause


Menopause terjadi ketika wanita berhenti berovulasi, ovarium tidak lagi memproduksi estrogen, dan siklus menstruasi berhenti. Banyak wanita yang mengalami gejala ketidaknyamanan selama menopause, seperti gejala vasomotor . Gejala tersebut dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup atau terapi hormone (Hormone Therapy / HT).
Hormone therapy banyak dipilih karena lebih efektif. HT adalah obat yang mengandung hormon yang tidak diproduksi lagi oleh wanita menopause. HT memiliki dua jenis umum, Estrogen Therapy (ET) dan Estrogen Plus Progestine Therapy (EPT). Untuk wanita yang pernah melakukan hysterectomy, ET dianjurkan karena resiko dan manfaat lebih seimbang. Sedangkan EPT dianjurkan untuk wanita tanpa riwayat hysterectomy. Progestine pada EPT melindungi uterus dari kanker yang mungkin ketika estrogen dikonsumsi.
Hormone Therapy memiliki pola kompleks untuk resiko dan manfaatnya. Faktor resiko HT berupa CHD (Coronary Heart Disease), kanker payudara, stoke, thrombosis vena, dan inkontinensia urin. Manfaat HT berupa teratasinya gejala vasomotor, gejala vaginal, dapat preventif osteoporosis dan penurunan diagnosis DM. Women’s Health Initiative (WHI) melakukan percobaan terhadap CEE+MPA (EPT) dengan Placebo dan CEE saja (ET) dengan Placebo. Tes dilakukan untuk melihat efektifitas dari HT dan keterkaitan terhadap beberapa penyakit kronis.
Wanita yang menggunakkan EPT megalami peningkatan volume dan ketidaknyamanan pada payudara. Ini menjadi indikasi resiko kanker payudara. Pada invasive kanker payudara, kelompok yang menggunakan CEE+MPA (EPT) nilai HR (Hazard Ratio) meningkat, dan menurun setelah menghentikan therapy. Sedangkan kelompok CEE, nilai HR untuk kanker payudara menurun. Hubungan antara HT dangan penyakit kardiovaskuler dipengaruhi oleh lamanya menopause terjadi. Dari ketiga kelompok usia menopause (50-59 tahun, 60-69 tahun, 70-79 tahun), kelompok usia 70-79 tahun lebih beresiko peningkatan penyakit kardiovaskuler. CEE lebih beresiko CHD dibandingkan CEE+MPA. Uji pemakaian CEE dalam jangka lama juga tidak menunjukkan preventif terhadap penyakit kardiovaskuler. HT juga meningkatkan 30%-40% resiko stroke, baik itu ET maupun EPT. Tetapi resiko ini dapat diminimalkan dengan menurunkan dosis dan memperpendek durasi pengobatan. Hormone Therapy dianjurkan hanya digunakan dalam jangka pendek untuk mengatasi gejala vasomotor, tetapi bukan untuk jangka panjang sebagai preventif penyakit kardiovaskuler.


0 komentar

At A Glance's Books


  • Adult Emergency Medicine
  • Anaesthesia
  • Anatomy and Physiology for Nurses
  • Critical Care Medicine
  • Dermatology
  • Medical Genetics
  • Medical Pharmacology
  • Medical Statistics
  • Medicine
  • Neonatology
  • Neuroanatomy and Neurosciece
  • Nutrition
  • Obstetrics and Gynecology
  • Pathophysiology for Nurses
  • Practical Medical Procedures
  • Psychiatry
  • Radiology
  • Surgery
  • The Reproductive System
  • Transplantation
  • Trauma and Orthopaedics
  • Wound Care
Buku-buku At A Glance diatas dalam bahasa inggris. Klik judul untuk mendownload buku. Saya hanya mengupload beberapa, untuk judul yang tidak saya upload bisa mengirimkan email untuk request.
4 komentar

The State of US Health, 1990-2010 Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors


IMPORTANCE Understanding the major health problems in the United States and how they are changing over time is critical for informing national health policy.

OBJECTIVES To measure the burden of diseases, injuries, and leading risk factors in the United States from 1990 to 2010 and to compare these measurements with those of the 34 countries in the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) countries.

DESIGN We used the systematic analysis of descriptive epidemiology of 291 diseases and injuries, 1160 sequelae of these diseases and injuries, and 67 risk factors or clusters of risk factors from 1990 to 2010 for 187 countries developed for the Global Burden of Disease 2010 Study to describe the health status of the United States and to compare US health outcomes with those of 34 OECD countries. Years of life lost due to premature mortality (YLLs) were computed by multiplying the number of deaths at each age by a reference life expectancy at that age. Years lived with disability (YLDs) were calculated by multiplying prevalence (based on systematic reviews) by the disability weight (based on population-based surveys) for each sequela; disability in this study refers to any short- or long-term loss of health. Disability-adjusted life-years (DALYs) were estimated as the sum of YLDs and YLLs. Deaths and DALYs related to risk factors were based on systematic reviews and meta-analyses of exposure data and relative risks for risk-outcome pairs. Healthy life expectancy (HALE) was used to summarize overall population health, accounting for both length of life and levels of ill health experienced at different ages.

RESULTS US life expectancy for both sexes combined increased from 75.2 years in 1990 to 78.2 years in 2010; during the same period, HALE increased from 65.8 years to 68.1 years. The diseases and injuries with the largest number of YLLs in 2010 were ischemic heart disease, lung cancer, stroke, chronic obstructive pulmonary disease, and road injury. Age-standardized YLL rates increased for Alzheimer disease, drug use disorders, chronic kidney disease, kidney cancer, and falls. The diseases with the largest number of YLDs in 2010 were low back pain, major depressive disorder, other musculoskeletal disorders, neck pain, and anxiety disorders. As the US population has aged, YLDs have comprised a larger share of DALYs than have YLLs. The leading risk factors related to DALYs were dietary risks, tobacco smoking, high body mass index, high blood pressure, high fasting plasma glucose, physical inactivity, and alcohol use. Among 34 OECD countries between 1990 and 2010, the US rank for the age-standardized death rate changed from 18th to 27th, for the age-standardized YLL rate from 23rd to 28th, for the age-standardized YLD rate from 5th to 6th, for life expectancy at birth from 20th to 27th, and for HALE from 14th to 26th.

CONCLUSIONS AND RELEVANCE From 1990 to 2010, the United States made substantial progress in improving health. Life expectancy at birth and HALE increased, all-cause death rates at all ages decreased, and age-specific rates of years lived with disability remained stable. However, morbidity and chronic disability now account for nearly half of the US health burden, and improvements in population health in the United States have not kept pace with advances in population health in other wealthy nations.

JAMA. 2013;310(6):591-608. doi:10.1001/jama.2013.13805
Published online July 10, 2013.

DISPLAY PDF

 
;