Rabu, 18 November 2015

Resiko dan Manfaat Hormone Therapy pada Menopause


Menopause terjadi ketika wanita berhenti berovulasi, ovarium tidak lagi memproduksi estrogen, dan siklus menstruasi berhenti. Banyak wanita yang mengalami gejala ketidaknyamanan selama menopause, seperti gejala vasomotor . Gejala tersebut dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup atau terapi hormone (Hormone Therapy / HT).
Hormone therapy banyak dipilih karena lebih efektif. HT adalah obat yang mengandung hormon yang tidak diproduksi lagi oleh wanita menopause. HT memiliki dua jenis umum, Estrogen Therapy (ET) dan Estrogen Plus Progestine Therapy (EPT). Untuk wanita yang pernah melakukan hysterectomy, ET dianjurkan karena resiko dan manfaat lebih seimbang. Sedangkan EPT dianjurkan untuk wanita tanpa riwayat hysterectomy. Progestine pada EPT melindungi uterus dari kanker yang mungkin ketika estrogen dikonsumsi.
Hormone Therapy memiliki pola kompleks untuk resiko dan manfaatnya. Faktor resiko HT berupa CHD (Coronary Heart Disease), kanker payudara, stoke, thrombosis vena, dan inkontinensia urin. Manfaat HT berupa teratasinya gejala vasomotor, gejala vaginal, dapat preventif osteoporosis dan penurunan diagnosis DM. Women’s Health Initiative (WHI) melakukan percobaan terhadap CEE+MPA (EPT) dengan Placebo dan CEE saja (ET) dengan Placebo. Tes dilakukan untuk melihat efektifitas dari HT dan keterkaitan terhadap beberapa penyakit kronis.
Wanita yang menggunakkan EPT megalami peningkatan volume dan ketidaknyamanan pada payudara. Ini menjadi indikasi resiko kanker payudara. Pada invasive kanker payudara, kelompok yang menggunakan CEE+MPA (EPT) nilai HR (Hazard Ratio) meningkat, dan menurun setelah menghentikan therapy. Sedangkan kelompok CEE, nilai HR untuk kanker payudara menurun. Hubungan antara HT dangan penyakit kardiovaskuler dipengaruhi oleh lamanya menopause terjadi. Dari ketiga kelompok usia menopause (50-59 tahun, 60-69 tahun, 70-79 tahun), kelompok usia 70-79 tahun lebih beresiko peningkatan penyakit kardiovaskuler. CEE lebih beresiko CHD dibandingkan CEE+MPA. Uji pemakaian CEE dalam jangka lama juga tidak menunjukkan preventif terhadap penyakit kardiovaskuler. HT juga meningkatkan 30%-40% resiko stroke, baik itu ET maupun EPT. Tetapi resiko ini dapat diminimalkan dengan menurunkan dosis dan memperpendek durasi pengobatan. Hormone Therapy dianjurkan hanya digunakan dalam jangka pendek untuk mengatasi gejala vasomotor, tetapi bukan untuk jangka panjang sebagai preventif penyakit kardiovaskuler.


0 komentar:

Posting Komentar

 
;